LINKS OF ME

Friday, December 24, 2010

HAPPY HOLIDAYS AND MERRY CHRISTMAS!

Surga banget. Aku udah mengurangi 50 persen kegiatanku supaya bisa fokus ke UAS dan rencana awal. Dan hari ini aku bangun tanpa jadwal menumpuk. Besok natal. Aku udah jelas terbayang rutinitas natal keluargaku. Keliling Surabaya, bahkan bisa sampai Mojokerto dan Malang untuk merayakan natal dengan keluarga besar. Dan sialnya, kuliah libur. Jadi ga ada alasan untuk bisa lepas dari acara keluargaku.
Tapi ternyata... Setelah semalaman aku telponan dan smsan, aku bangun telat. Jam 7. Kirain bakal dimarahhin tapi malah dapet sarapan mashed potatoes sama pisang coklat keju. Plus kopi di meja makan. Gilanya lagi, tante malah bilang, ''Sasa ntar nginep di Novotel ya. 2 malam. Liburan..''
What a life! Padahal tadi malem juga aku baru pesen tiket untuk liburan di Jogja sama Bandung.
ALHAMDULILLAH!

HAPPY HOLIDAYS, EVERYONE!



Monday, December 20, 2010

I'M GOING IN!!!

Sorry for my superbusy-end-year.
But hey, I'm going in to SINEMATOGRAFI AIRLANGGA!!!

Aku lolos tes wawancara dan berhasil menyisihkan puluhan orang lainnya.
Sekarang, aku harus ngejalanin diklatnya, latihan bikin film yang harus diputar akhir Januari nanti, dan memadatkan jadwal!
Doakan sukses ya!


Thursday, December 2, 2010

Moving Forward

Beberapa bulan terlepas dari akhir Agustus itu, aku belajar banyak hal. Dan semuanya sempurna:
Menghargai perbedaan dalam hal yang paling sensitif namun masih tetap dibungkus tawa. Mencari nama Tuhan yang tidak peduli apapun agamanya..
Mengatur hal-hal kecil dan melupakan hal besar. Mencermati setiap detail dan detik yang akan dilewati. Dan mengingat orang-orang yang baru saja lewat..
Mendalami bagaimana rasanya diduakan dan menduakan oleh orang yang sedang berusaha mendua. Mencintai segala perlakuannya ke aku dan tetap membenci pribadinya. Sampai akhirnya semua pudar..
Berusaha untuk jatuh cinta pada teman sekelas, kakak angkatan, atau bahkan mahasiswa jurusan lain. Dan.. tidak berhasil. Malah jatuh cinta dengan orang yang tidak pernah diduga. Beda kota, beda provinsi.
Menjalin persahabatan dibawah hujan dan kepulan asap Holden di jalanan Gwalk dengan sepenggal cerita cinta anak muda yang telah layu meskipun masih hijau..
Membalut kopi hitam buatan rumahan dan asap hasil pembakaran cengkeh dan tembakau berkualitas tinggi dengan permasalahan orang dewasa layaknya duduk di sebuah meja rapat dalam gedung perkantoran..
Mengerti bahwa suatu kegiatan sosial tidak pernah semudah yang terlihat. Meskipun masih lebih susah kegiatan politik..
Mengelabui Jogjakarta, menyelami kehidupan malamnya, memahami makna kota sendirian ketika hati sedang panas, kehilangan rasa menghargai suatu perbedaan hingga akhirnya menemukannya kembali dari segelas anggur, sebotol Bintang, dan secangkir kopi..
Satu tahun ini.. Hidup berjalan terlalu cepat. Bahkan ketika aku belum menyesali apa yang telah terjadi, dan memprediksi apa yang akan datang, segalanya sudah selesai.



Sunday, October 10, 2010

Persepsi Diri

Rabu lalu, satu kelas disuruh bikin persepsi diri pas kelas Pengantar Psikologi Sosial. Saya awalnya bingung. Tapi akhirnya saya anggap kertas itu blog. Sampe akhirnya dikumpul, dan saya maju untuk ngebaca apa yang saya tulis. Kurang lebih, isinya kayak gini:


"Nama saya Meyrza Ashrie Tristyana. Saya anak terakhir dari tiga bersaudara dan kedua kakak saya laki-laki. Saya kontroversial. Memiliki sudut pandang dan pola pikir yang berbeda atau bahkan bertolak belakang dari orang kebanyakan. Saya menganggap diri saya sebagai orang yang jahat karena saya kurang bisa menghargai orang lain. Saya mempertahankan kepribadian saya dalam bersosialisasi. Bahkan dengan orang yang sangat berbeda jauh dengan saya. Saya tidak pernah berusaha untuk merubah diri agar dapat diterima dalam pergaulan. Hal ini tidak menjadi kendala. Justru dengan ini, saya tau mana yang mampu bertahan dengan saya. Saya juga cukup bahagia dengan hidup yang penuh dinamika. Dengan ini, saya mampu menghargai hidup saya sendiri, mampu membuat perbandingan dari setiap sisi kehidupan. Saya tidak peduli dengan citra diri saya di mata orang. Saya hanya peduli dengan apa yang saya lakukan untuk Tuhan. Penilaian Tuhan tidak selalu sama dengan penilaian manusia. Lagipula, sekarang saya sudah berada diantara orang yang menerima saya apa adanya. Kalian."


Kalimat terakhir saya baca dengan hati yang dalam, memandang ke arah semua anak kelas Politik 2009 yang diam tanpa suara dan ekspresi. Dan tepuk tangan riuh diiringi teriakan serta siulan mengantar saya kembali ke tempat duduk.



♥ you all my Political Science '09, sasa.

Friday, August 6, 2010

'ayah' di mata setiap orang

beberapa hari yang lalu, salah satu sahabat terbaik saya kehilangan ayahnya untuk selamanya. dia cukup terpukul. saya yakin, dengan ekspresinya, dia mengenang semua hal yang terbaik dari ayahnya, dia mengingat semua detail tentang ayahnya di hidupnya. saya tahu, ayahnya sangat berharga. bagi dia.
tapi sekeras apapun saya coba untuk menyelami perasaannya, saya tidak bisa meneteskan air mata. setetespun. bahkan tersentuh pun tidak. dari situ saya sadar, ayah saya di mata saya, tidak seberharga ayah sahabat saya di mata dia.
ayah adalah penyumbang genetik. ayah adalah pendidik sekaligus pembimbing. dan ayah adalah tanggung jawab yang harus dijaga di masa depan ketika beliau beranjak renta. bagi sahabat saya, dua arti pertama berlaku untuk ayahnya. sedangkan bagi saya, mungkin hanya arti pertama.
ayah saya hilang. atau bisa dibilang, menghilangkan diri. atau lebih tepatnya lagi, ayah saya menganggap saya yang hilang. dan kami tidak saling mencari. membiarkan waktu yang akan mempertemukan.
dalam doa saya, saya meminta maaf karena tidak bisa mengingat suatu hal tentang ayah. satu-satunya hal non-materiil dan mendidik yang saya ingat adalah, beliau membacakan dongeng sebelum tidur ketika saya duduk di kelas 3 SD.
saya berusaha keras untuk mengingat segala tentang ayah saya. kumis tebalnya, wanginya yang khas, tubuh jangkungnya, dan cara berjalannya. tapi itu semua tidak membuat saya mengingatnya sebagai pribadi yang selalu ingin saya ingat. kekecewaan saya telah menutup segalanya. membuat ingatan itu semakin memudar.
saya telah kehilangan sosok ayah saya jauh sebelum saya menulis blog ini. dan mungkin beliau juga telah kehilangan anak perempuan satu-satunya ini. memang perpisahan kami tidak setragis yang dialami oleh sahabat saya dengan ayahnya. tapi kami jauh lebih.. rumit.

♥ your dad as long as you can.

no offense, daddy.
i'll always try to love you (again).
wherever and with whoever you are.
your only daughter,
sasa.

Thursday, May 13, 2010

kesombongan saya dan ingatan kalian

oh saya sekarang 19 tahun? apa yang bisa dibanggakan lagi dari saya? tergantung bagaimana saya menyukurinya :)

saya memang bukan orang alim berjilbab yang selalu sholat dhuha atau sholat sunah di setiap sholat wajib, tapi saya juga bukan mereka yang tidak peduli siapa tuhan mereka.
mereka bilang saya bodoh, tolol, jelek, dan apalah lain sebagainya. tapi saya beruntung :) beruntung punya teman sejujur mereka. haha

19 tahun, saya mulai mencoba lebih menghargai apapun. baik buruk saya, saya hargai. karena kalau saya bisa menghargai diri sendiri, saya pasti bisa menghargai orang lain.

saya harus menentukan jati diri dengan umur sekian. saya akan jadi perempuan yang akan selalu mereka ingat. baik atau buruk itu hanya ada di penilaian mereka. kalau mereka benci saya, biar saya sebaik apapun, tetap saja mereka bilang saya buruk.

yang penting mereka ingat saya. mereka akan bilang "sasa yang tolol itu" atau "sasa yang jahat itu" atau juga "sasa yang jelek itu". apapun, asal mereka ingat saya.

saya pernah cerita tentang hal ini ke salah satu teman saya. dia bilang saya gila. untuk apa saya harus diingat? saya hanya tertawa. dan saya hanya tanya balik ke dia, "pernah tau rasanya dilupakan?" dan dia diam.

saya cantik. saya beruntung. saya pintar. tolong biarkan saya tersenyum dalam kebahagiaan ini daripada saya harus merenungi, menutup diri, dan menangis hanya karena masalah yang tidak terselelsaikan atau hal-hal kecil yang harus dikeluhkan.

saya sombong? iya. apa yang telah Allah berikan pada saya itu pantas untuk saya sombongkan. daripada masih harus meminta lagi, lagi, dan lagi. saya bukan mereka yang berbakat, saya bukan mereka yang bisa dengan mudahnya menarik perhatian. maka dari itu, saya perlu usaha lebih untuk diingat.

diingat dan terkenal itu beda. kalian bisa saja terkenal lalu dilupakan. saya tidak ingin terkenal. saya hanya ingin tidak terlupakan, meskipun hanya oleh segelintir orang. karena saya pernah merasakan, saya mengingat seseorang dengan sangat detail, tapi ternyata dia melupakan saya. rasanya sakit. apalagi kalau ayah kalian sendiri yang melupakan kalian!

19 tahun akan saya jalani dengan mereka yang beruntung bisa kenal dengan saya (anggap saja begitu). saya memiliki mereka.

saya punya Allah. beribadah kepada-Nya bukan karena saya takut, atau kewajiban. tapi saya cinta pada Tuhan saya. Dia mencintai saya disaat saya mencaci-Nya. ga ada alasan untuk saya melupakan-Nya sedetikpun.

saya punya seorang ibu yang jauh lebih hebat dari saya. saya harus bangkit bersama beliau :) tanpa meninggalkan satu sama lain.

saya punya teman-teman yang sama hebatnya dengan saya. dan saya harus tetap hebat sebagai diri saya sendiri bagaimanapun mereka.

saya punya dia yang selalu jadi motivasi saya, yang selalu saya lindungi dan sayangi. yang selalu saya rahasiakan. dan saya akan selalu berdiri di belakang dia.

dan yang terpenting, saya punya orang-orang yang sedang bersiap mengingat saya. kalian. mereka. saya bersumpah akan membuat kalian mengingat saya. bagaimanapun caranya. harus.

sasa.