LINKS OF ME

Friday, August 6, 2010

'ayah' di mata setiap orang

beberapa hari yang lalu, salah satu sahabat terbaik saya kehilangan ayahnya untuk selamanya. dia cukup terpukul. saya yakin, dengan ekspresinya, dia mengenang semua hal yang terbaik dari ayahnya, dia mengingat semua detail tentang ayahnya di hidupnya. saya tahu, ayahnya sangat berharga. bagi dia.
tapi sekeras apapun saya coba untuk menyelami perasaannya, saya tidak bisa meneteskan air mata. setetespun. bahkan tersentuh pun tidak. dari situ saya sadar, ayah saya di mata saya, tidak seberharga ayah sahabat saya di mata dia.
ayah adalah penyumbang genetik. ayah adalah pendidik sekaligus pembimbing. dan ayah adalah tanggung jawab yang harus dijaga di masa depan ketika beliau beranjak renta. bagi sahabat saya, dua arti pertama berlaku untuk ayahnya. sedangkan bagi saya, mungkin hanya arti pertama.
ayah saya hilang. atau bisa dibilang, menghilangkan diri. atau lebih tepatnya lagi, ayah saya menganggap saya yang hilang. dan kami tidak saling mencari. membiarkan waktu yang akan mempertemukan.
dalam doa saya, saya meminta maaf karena tidak bisa mengingat suatu hal tentang ayah. satu-satunya hal non-materiil dan mendidik yang saya ingat adalah, beliau membacakan dongeng sebelum tidur ketika saya duduk di kelas 3 SD.
saya berusaha keras untuk mengingat segala tentang ayah saya. kumis tebalnya, wanginya yang khas, tubuh jangkungnya, dan cara berjalannya. tapi itu semua tidak membuat saya mengingatnya sebagai pribadi yang selalu ingin saya ingat. kekecewaan saya telah menutup segalanya. membuat ingatan itu semakin memudar.
saya telah kehilangan sosok ayah saya jauh sebelum saya menulis blog ini. dan mungkin beliau juga telah kehilangan anak perempuan satu-satunya ini. memang perpisahan kami tidak setragis yang dialami oleh sahabat saya dengan ayahnya. tapi kami jauh lebih.. rumit.

♥ your dad as long as you can.

no offense, daddy.
i'll always try to love you (again).
wherever and with whoever you are.
your only daughter,
sasa.