LINKS OF ME

Wednesday, March 2, 2011

KARIMUN JAWA

Akhirnya dengan rapat bertele-tele, pergantian tujuan sampai puluhan kali, pengunduran jadwal, dan pengerucutan peserta, kita berangkat ke Karimun Jawa, hari Kamis malam lalu. Padahal siang-sorenya masih nyanyi bareng di NAV Biliton.
Belum lagi pake masalah kunci hilang dan harus balik ke rumah buat ngambil serepnya. Ke Sidoarjo pula buat minta izin ke nyokapnya Novi. Ribet sih, tapi kl ga gitu, ga bakal ada ceritanya. Akhirnya kami keluar dari Surabaya jam 12.18 malam, tepat. Perasaan sih biasa aja, perjalanan lancar dan akhirnya kami sampai di Jepara jam 8 pagi. Dan ga pake istirahat, kami langsung turunin barang dari mobil dan beli tiket penyeberangan.


Makan waktu lama karena kami nyasar. Peot ga ikut, jadi ga ada yang bawa GPS super canggih. Dengan ketidakturutsertaaanya Peot, maka kami tidak membawa GPS dan.. Tuhan.
Akhirnya menempuh perjalanan laut selama lebih kurang 6 jam sejak setengah 10 pagi. Ngapain aja? Itulah yang juga aku tanyakan waktu mau berangkat. Gila. 6 jam. Bakal ngapain kita?
Terjawab. Selain foto-fotoin Ninja dengan bermacam inovasi kayak gini:


Tiba-tiba datanglah satu rombongan anak gaul Jakarta dengan perempuan yang merokok dan penuh tattoo, dan satu laki-laki yang.. bisa dibilang lumayan. Potongan rambut macam nanas, kulit hitam dengan brewok. Keliatan seksi lah. Tapi penilaian ini berubah drastis dua hari kemudian..
Mereka jadi bahan bercandaan buat kita. Dosa sih, tapi mau gimana lagi, ga ada kerjaan. Belum lagi kita ngomongin nelayan-nelayan yang super-sexy itu. Bosen abis deh. Dipaksa untuk tidur juga susah.


Kami menginjak daratan sekitar jam 4, sempet foto-foto sebentar buat di share ke grup bbm kelas biar pada envy..

Nikolas, Suka, Sasa, Ninja, Bags, Almas, Penyo, dan Kotre.

Kami langsung jalan kaki ke penginapan punya pemda di daerah kota (yang Suka pikir itu masih desa, dia tanya ke penduduk sekitar, "kotanya mana?" padahal dia sudah menginjak kota)..
Setelah taruh barang, menghabiskan waktu di dermaga kecil..













Dan makan lontong pecel super murah.. Benar-benar jauh dari hiruk-pikuk Surabaya. Ga ada pikiran untuk ke coffeeshop buat minum kopi dengan harga 20 ribu keatas, ga ada pikiran tentang tugas kampus, ga ada pikiran tentang macet..
Besok paginya (ya ga pagi-pagi banget sih, beberapa anak agak susah dibangunin) kami jalan entah berapa kilometer buat cari pantai yang sepi. Dan akhirnya.. Nirvana Lodge berhasil dikuasai!












Snorkling, renang, berjemur, main pasir, foto-foto, tidur, cari kepiting, kerang, kulit kerang, masak kepiting sm kerang (cuma dibakar), panjat pohon kelapa, lompat-lompat.. Semuanya dilakukan berulang-ulang kali. Bajuku mungkin kering 4x di badan. Kering-renang-kering-snorkling-kering-renang-kering.. dan seterusnya. Capek, pulang. Ga gampang! Kami harus jalan lagi ke penginapan..
Besoknya, KELILING! Ga tau berapa pulau yang kita datengin. Mulai dari pulau yang ga ada apa-apanya, cuma pasir, sampe pulau yang ada pop mie nya :D
Pulau pertama itu cuma pasir..


Kedua, kami snorkling di tengah hujan dengan kedalaman sekitar 3 meter pake pelampung. Disitu aku tersiksa banget karena harus pake pelampung. Pegel! Snorkling selanjutnya, ga pake pelampung! Kapok! Seharian kerjaannya cuma snorkling, main kano, bakar ikan, makan, main pasir, ngakak-ngakak di dalam air, galau karena ga ada sinyal, tidur di perahu, garuk-garuk kepala.. Dan baju kering di badan berpuluh-puluh kali.










Agak nekat memang renang dan snorkling di kedalaman 3 meter, di tengah laut, tanpa pelampung. Cuma aku sama Bags yang ga pake pelampung. Kalo Bags sih emang anak laut. Ya lebih enak gitu daripada tangan pegel gara-gara pelampung.
Tujuan terakhir, tempat penangkaran hiu, dan itu menguji mental banget. Bayangin aja renang sama hiu seukuran guling dan ga tau ada berapa puluh itu di dalam air. Tapi menyenangkan.






Keluar dari tempat penangkaran hiu, kami ketemu sama kepala nanas dan rombongan super gaulnya! Oh God, tenyata si kepala nanas yang kami bilang lumayan itu banci tulen. Suara manja, tingkah melambai, dan bulu kaki super lebat. Jelas, kami nahan ngakak habis-habisan dan begitu perahu kami makin jauh dari mereka, baru deh kami berani ngakak guling-guling diatas perahu.
Malemnya ga capek, masih aja guling-guling di kasur, ketawa cekikikan, bayangin kalo besok ga jadi pulang. Tapi akhirnya besoknya pulang dengan cuaca super buruk. Puas banget diatas kapal hampir 9 jam dengan ombak super ganas, badai pula.. Imajinasi udah kemana-mana bayangin sekoci mana yang kami pilih, mau bawa apa aja ke sekoci.. Tapi seru! Justru itu yang bikin seru, itu klimaksnya. Aku suka banget dalam kondisi kayak gitu. Dan serunya lagi, masih banyak cerita di perjalanan pulang. Belum pernah tau kan ada orang yang mabuk karena setirannya sendiri? Iya, itu Kotre. Belum lagi Ninja yang ugal-ugalan sampe lupa kalo di bak belakang itu ada orang. Banner yang dijadiin atap lah, cemilan aneh-aneh lah..
Rasanya pengen teriak begitu masuk Surabaya pas tengah malam, lihat deretan apartemen di daerah Ciputra, jalanan penuh lampu, taman kota, gedung-gedung super mewah, dan semuanya yang ga ada di perjalanan dari Karimun ke Surabaya! Disitu kita sadar kalo Surabaya emang bikin kangen.
Dan akhirnya kami pulang dengan badan bau. Bau petualangan.

Pesan buat kalian yang mau ke Karimun Jawa:
- Cek cuaca. Ga mau kecewa karena seharian cuma mendekam di penginapan gara-gara hujan kan? Lagian banyak daerah yang ditutup kalo cuaca buruk.
- Cek jadwal penyeberangan, jangan sampe salah atau kalian bakal jamuran di Jepara buat nungguin kapal.
- Ga usah bawa mobil ke Karimun Jawa. USELESS banget.
- Bawa duit cash! Ga ada ATM disana. Total biaya yang kami habiskan untuk biaya ke Karimun Jawa kurang dari 2 juta untuk 8 orang sudah termasuk makan dan bensin Surabaya - Jepara - Surabaya.
- Jika dihitung secara detail, biaya kapal per jalan 30ribu menggunakan kapal feri utama, bukan speed boat; penginapan per kamar (2-4 orang) 125ribu di Wisma Wisata Karimun Jawa milik Pemda Jepara di depan alun-alun, ini memudahkan akses menuju tempat makan dan dermaga kecil juga; biaya makan per orang hanya sekitar 5ribu sekali makan di alun-alun; perahu yang sepaket dengan alat snorkel dan makan siang seharga 500rb sehari penuh untuk maksimal 15 orang, menu makan siangnya adalah ikan yang kita pancing sendiri di tengah laut, dibantu sama tukang perahunya, dan kita bakar sendiri di pulau khusus yang memang biasa jadi tempat transit orang-orang makan siang.
- Kami beruntung bisa pulang tepat waktu, di beberapa kasus, banyak yang terpaksa menunda kepulangan sampai seminggu karena kondisi laut yang buruk. Makanya, balik ke tips awal tadi, cek cuaca!
- Bawa batere kamera atau hape cadangan. Kemaren kami ga bawa kamera sih, semua foto diatas diambil pake Blackberry Gemini. Sinyal cuma ada di kota. Dan listrik cuma nyala dari jam 17.30-05.30 setiap hari.
- Buat yang merokok, bawa stok rokok sendiri. Disana cuma ada sedikit kios. Dan mereka cuma jual rokok Sukun. Untung-untungan kalo ada yang jual Djarum Super sama Surya. Marlboro? Silahkan gigit jari.
- Jalin kedekatan sama penduduk asli. Itu bakal bikin kalian dapat sewa perahu yang lebih murah atau pinjaman alat snorkel gratis.
- Jangan percaya sama strangers, cukup kenali mereka!
- Jangan sesekali bawa kulit kerang dari Karimun Jawa. Mereka ga ngebolehin kekayaannya diambil sedikitpun. Sedikitpun.
- Buat yang renang seharian, jangan lupa pake sunblock dua jam sekali supaya ga iritasi. Jadi hitam itu pasti, tapi yang penting tetap sehat. Semua peserta liburan kemarin iritasi di bagian bahu. Cuma aku yang enggak (kulit badak).
- Jangan renang di tempat yang ga dibolehin. Penduduk asli selalu tau tempat yang banyak bulu babinya, ikan pari, ubur-ubur, atau hal lain yang bahaya. Jadi ga usak sok ngelanggar.
- Kalian ga bakal tau bakal basah berapa kali. Minum vitamin supaya tahan, bawa baju yang banyak (aku terpaksa pinjam celana pendek anak cowok karena kehabisan celana), dan kain sejenis sarung bali.
- Terakhir, ini Indonesia, dengan keramahan dan keberagamannya. Berusahalah saling menghargai dan beradaptasi, dari kota sebesar apapun kalian datang, sekaya apapun kalian, kalian bakal ketemu bermacam-macam orang di daerah itu :)