LINKS OF ME

Monday, April 18, 2011

Konser Musik Sebagai Analogi Sistem Pemerintahan

Demokrasi itu ibarat menonton langsung sebuah konser, dengan posisi festival. Berdiri, bergerak sepuas hati, dan teriak sekuat mungkin. Kalian bebas. Tapi berhimpitan. Sedikit saja kalian menyenggol teman di sebelah, mereka akan membalas dengan senggolan pula. Masih untung jika temen di sebelah itu tidak terpancing amarah.
Tergantung bagaimana kalian bisa mengatur diri untuk bisa menikmati musik dan pertunjukkan yang ada di hadapan kalian. Semakin kalian berdiri di depan, semakin musisi yang kalian tonton itu ingat siapa kalian dan semangat kalian semakin berpengaruh pada musisi itu dan orang-orang yang ada di belakang kalian.
Posisi belakang? Tetap bebas bergerak namun tidak begitu terlihat. Namun secara keseluruhan, gerakan seluruh penonton yang ada di dalamnya, mempengaruhi tingkat meriah atau tidaknya konser itu.
Menarik?
Menarik mana jika dibandingkan dengan sebuah konser yang semua penontonnya diharuskan duduk dengan nomor seat yang telah ditentukan? Jika tidak ditentukan, jelas akan ada perebutan kursi di bagian depan untuk kalian yang ingin mendapatkan porsi lebih dari konser yang kalian tonton. Atau perebutan kursi di bagian belakang bagi mereka yang menganggap konser itu tidak begitu menarik sehingga mereka bisa tidur dan tidak mau tahu meskipun diharuskan hadir di dalam venue.
Tapi jangan harap bisa menonton pertunjukkan yang menyenangkan, enerjik, dan penuh semangat di dalam sebuah konser yang setiap penontonnya diharuskan duduk. Dan jelas ini bukan demokrasi. Tapi aman.
Sekarang, pilih mana? Ingin menikmati pertunjukkan menarik dan bebas tapi dibatasi oleh kebebasan orang lain, atau perunjukkan yang membosankan (hanya dinikmati oleh sebagian kecil orang) tapi teratur dan berkelas?
Kita yang akan membawa negara ini nantinya. Demokrasi bukan suatu sistem yang sempurna, hanya saja, saat ini, dianggap yang terbaik.
Kita tidak akan tahu ke depannya apakah ada cara lain untuk menikmati sebuah konser. Atau selera musik kita yang akan berubah.

Ini pemikiran saya yang saya tulis ketika negara ini sedang menganut demokrasi. Jangan protes. Apa saya mengurangi kebebasan kalian? ;)