LINKS OF ME

Sunday, July 31, 2011

Well.. Bye July!

Ga terasa, udah 2 tahun kuliah di Universitas Airlangga. Umur udah kepala 2. Orang-orang datang dan pergi meninggalkan memori yang kadang cuma muncul waktu ada hal yang memaksa untuk mengingat, merusak otak.
Dua tahun yang lalu, meninggalkan Universitas Lambung Mangkurat jurusan Pendidikan Biologi dan lolos masuk ke Departemen Politik Universitas Airlangga dengan jalur SNMPTN yang penuh resiko dan mencadangkan Universitas Katolik Widya Mandala jurusan Sekretaris. Dua tahun lalu, masih punya pacar yang dikenal waktu SMA. Dua tahun lalu, masih belum punya banyak kenalan di kota ini, selain teman SD. Dua tahun yang lalu, akhirnya mengenal yang namanya mahasiswa dan kedewasaan. Hidup di tengah hingar-bingar kota besar yang diisi mahasiswa dari berbagai daerah.
Kenapa politik? Karena ini Indonesia, diatur dengan politik, di tingkat apapun itu. Mempolitik perpolitikan. Kenapa Unair? Karena ini universitas terbaik di Surabaya dan salah satu lima besar universitas terbaik di Indonesia. Yah sebelumnya sih udah disuruh pilih bermaca-macam universitas. Mulai dari Mercubuana di Jogja, Surabaya Hotel School, dan UKWM. Tapi yang negeri, tetap yang terbaik, dan termurah tapi ga murahan.
Akhirnya, dari 90 mahasiswa yang seangkatan dan sejurusan, sekarang yang survive cuma sekitar 50. Dengan mereka, aku belajar menjadi orang yang menerima apa adanya dan menghargai perbedaan. Dari berbagai agama, ras, sifat, kelemahan, dan kelebihan masing-masing.
Waktu terus berjalan, berganti pacar, berganti tempat nongkrong, tapi ga berganti teman. Dan akhirnya sekarang malah pacaran sama anak Jogja yang aku kenal dua tahun yang lalu. Dunia itu sempit. Waktu itu berjalan cepat. Takdir ga ada yang tau. Tapi sekarang, aku berhenti mencari. Aku cuma memilih dan mempertahankan. Nasib, jati diri, dunia.
Belajar memahami, bukan hanya mendengarkan. Belajar menulis, bukan hanya membaca. Belajar mempertahankan, bukan hanya mendapatkan. Belajar menghadapi, bukan hanya menghindari. Belajar merelakan, bukan hanya melepaskan. Belajar mempercayai, bukan hanya mengetahui. Belajar melupakan, bukan hanya mengingat. Belajar bahagia, bukan hanya tertawa.
Di depan, ada bulan Ramadhan yang semoga lebih baik dari Ramadhan tahun kemarin. Ramadhan tahun kemarin itu yang terburuk. Jatuh sakit dan harus bangun untuk melakukan pembuktian. IP hancur dan akhirnya berhasil naik drastis di semester selanjutnya. Hidup tanpa pacar, hampir mendapatkan apa yang dikejar selama setahun, tapi akhirnya malah belok karena sadar, apa yang aku kejar, bukanlah yang aku butuhkan. Meninggalkan dia dengan dunianya dan justru masuk ke dunia yang baru, bukan dunia yang pernah aku pelajari sebelumnya.
Semoga cukup kurang dari dua tahun lagi aku kuliah disini. Semoga bisa nikah muda dengan orang yang baik, ga cuma tepat. Semoga sukses di usia muda supaya bisa beranjak tua dengan tenang. Semoga semua orang yang sayang sama aku, dapat takdir yang baik dari-Nya. Dan semoga aku masih bisa terus belajar walaupun ga ada yang mengajari.
Halo, semester 5!