LINKS OF ME

Tuesday, October 11, 2011

#mantan

"Move on, Sa. Move on."
Kata mereka di akhir Agustus tahun lalu. 

Aku butuh orang lain setelah dia untuk sadar bahwa ternyata dia adalah mantan terbaik.
Aku butuh banyak waktu menyendiri untuk dapat menghitung singkatnya waktu yang kuhabiskan dengannya.
Aku butuh puluhan lagu patah hati untuk mengerti bahwa cinta itu tak selalu manis.

Sehari sebelum ulang tahunku di Mei tahun lalu, relationship request di Facebook berhasil membuatku lepas dari pertanyaan, "udah punya pacar?"

Status palsu. Dan kami baik-baik saja menjalaninya. Sampai akhirnya aku memang merasa ada yang salah.

Aku melepaskan dia pertengahan Juni hanya untuk lelaki yang tidak lebih baik darinya. Beratnya menjalani kehidupan dengan lelaki baru ini menyebabkan semuanya berakhir di akhir Agustus.

Ternyata aku sadar, aku bukan harus move on dari lelaki pertengahan Juni itu. Tapi aku harus move on dari dia, lelaki awal Mei.

Bodohnya aku yang pergi meninggalkannya dan tak mengakui bahwa aku benar-benar sayang.
Bodohnya dia yang membiarkanku pergi dan tak mengakui bahwa dia benar-benar sayang.
Bodohnya kami yang menjalani semuanya dengan kepalsuan, dan menutupi keberanian untuk saling mengakui.

Akhirnya dia datang lagi dengan senyum yang sama seperti sebelumnya. Dan aku menyambutnya dengan penyesalan. Aku kembali tanpa kepalsuan dan menghindari kesalahan yang sama. Menelan senyumnya.

Aku tak akan pernah move on.
Karena sampai detik ini, aku dengannya, setahun kemarin, semuanya sempurna.