LINKS OF ME

Thursday, January 31, 2013

Surat Ancaman

Selamat pagi, sayang..
Aku sedang dalam titik terlemahku, dan sayup-sayup aku mendengar suaramu.
Tapi ternyata bukan. Itu suaranya. Dia adalah orang yang sedang mempertahankanku, memperjuangkanku untuk tetap hidup disaat aku mengikis nyawaku sendiri untuk mempertahankanmu.
Katanya, jika kamu tidak pulang, dia yang akan menjadikanku rumahnya. Walaupun rumah ini tidaklah sesempurna dulu, dia berjanji akan menjadikanku sempurna. Untuknya.
Apa kamu mau rumahmu direbut oleh orang lain?
Anggap saja ini surat ancaman, bukan surat cinta.
Selamat malam, sayang..

Ps. Walaupun ini surat ancaman, bolehkah aku sedikit berpesan bahwa aku masih cinta kamu?


Wednesday, January 30, 2013

Maukah Kamu Menjadi Alasanku untuk Sembuh?

Selamat pagi, sayang..
Aku sakit. Tapi kamu tidak peduli. Aku hanya ingin kamu tahu, jika aku berhenti menulis surat, itu karena aku memang sudah terlalu lemah.
Hari ini aku kehilangan semangatku. Seperti yang kamu tahu, kamu satu-satunya orang yang selalu menjadi alasan terbesarku untuk tetap bertahan hidup. Dan entah kenapa, hari ini aku merasa sangat kehilangan. Mungkin karena di tengah rasa sakitku, tidak ada kalimatmu untuk mempertahankanku. Atau hanya untuk menanyakan separah apa sakitku.
Ketidakpedulianmu tidak membuatku mundur, namun itu membuatku sadar, aku memang tidak cukup membuatmu peduli.
Aku akan berusaha tidak peduli dengan ketidakpedulianmu. Sekarang aku hanya ingin sembuh. Aku masih harus hidup sampai hari wisudaku. Kemudian aku akan mengambil langkah besar.
Kamu jadi pulang? Jika tidak, aku tidak akan melangkah ke arahmu untuk menjemput hal yang lebih sakit.
Selamat malam, sayang..

Ps. Aku sedang mencintai seseorang yang selalu menjadi alasanku untuk sembuh. Kamu. Jadi seandainya kamu tidak kembali, aku tidak ingin sembuh.


Tuesday, January 29, 2013

yogya-heART-a

Timurmu adalah tempatku pertama kali menyapamu setiap kali aku datang, dan dalam hatiku selalu berkata, "Aku pulang."
Selatanmu adalah tempatku melepaskan segala bebanku, membiarkan mereka pergi ke lautan tersapu ombak dengan deru yang menenangkan.
Tengahmu adalah tempatku merasa sendirian di tengah keramaian, menapaki setiap jalan yang penuh dengan manusia yang tidak aku kenal.
Utaramu adalah tempatku mendinginkan hati yang mendidih karena cemburu, menyentuh titik-titik embun yang menjadikanku suci di ketinggian.
Baratmu adalah tempatku mengadu, mencaci, dan menumpahkan segala kekesalanku, karena lelaki yang paling kubenci ada di baratmu. Ayahku.
Aku mencintaimu dengan semua kehidupanku yang pernah ada di dalammu. Aku telah melewati bagian tersulit dan terindah di hidupku di dalammu. Dan kelak aku akan tua dan mati di dalammu.
Yogyakarta, kota yang aku cintai, aku titip kekasihku saat ini. Jagalah dia sampai akhirnya dia menjemputku dan membawaku pulang nanti.


Monday, January 28, 2013

Ingatkan Aku

Selamat pagi, sayang..
Aku merindukan caramu menceritakan hidupmu.
Aku merindukan caramu membukakan pintu untukku.
Aku merindukan caramu membuatkanku teh di pagi hari.
Aku merindukan caramu menyanyikan lagu yang aku suka.
Aku merindukan caramu merayuku ketika aku sedang marah.
Aku merindukan caramu mengecup keningku sebelum aku pulang.
Aku merindukan caramu memelukku dari belakang sebelum kamu tidur.
Aku merindukan caramu mengajakku melakukan banyak hal gila dimanapun.
Aku merindukan caramu menggandeng erat tanganku saat kita menyeberang jalan.
Aku merindukan caramu menunjukkan besarnya cintamu padaku di hadapan banyak orang.
Kapan kamu mau mengingatkan aku tentang semua itu?
Selamat malam, sayang..

Ps. Saat aku mengatakan bahwa aku sayang kamu, aku selalu merindukan caramu berkata, "Aku minta maaf.. Jangan pergi.. Aku sayang kamu.."


Sunday, January 27, 2013

Semoga Aku Masih yang Terbaik

Selamat pagi, sayang..
Hari ini aku berencana untuk merubah hidupku, dan itu semua dimulai dari penampilan. Tujuannya? Agar kamu mau pulang.
Tapi berjam-jam aku habiskan di depan cermin, tak ada satupun yang menurutku kurang. Aku terlalu bersyukur dengan hidupku.

Aku memang punya kulit yang lebih gelap dari dia, tapi kulit ini tidak pernah tersentuh siapapun, kecuali untukmu, dan hanya akan untukmu, tidak akan ada orang lain.
Aku juga punya badan yang tidak lebih menarik dari dia, tapi badan ini tidak pernah aku pamerkan ke orang lain, karena jika aku tidak mampu menjaga tubuhku sendiri, dimana harga diriku?
Aku jauh lebih miskin dari dia, tapi aku menghargai kamu sebagai lelakiku dan aku tidak ingin menjadi perempuan yang kaya. Aku ingin kita menjadi pasangan yang kaya.
Dan aku punya kehidupan yang lebih sederhana dari kehidupannya. Mauku, ada kamu di dalam kehidupanku. Kita akan hidup bahagia seperti yang pernah kamu janjikan, kita rencanakan, dan aku doakan. Seandainya kamu pulang nanti.
Tapi aku punya cinta yang lebih besar darinya, tapi karena semua kekuranganku diatas, kamu menganggapnya kecil, kemudian kamu pergi.
Aku tidak ingin menjadi dia, aku ingin lebih dari dia. Tapi menurutku aku sudah lebih dari dia. Menurutmu? Semoga masih iya. Aku masih ingat bagaimana kamu menatapku dalam dan berkata bahwa aku wanita terbaik, dan terakhir. Saat itu.

Bagaimana dengan sekarang? Jika memang menurutmu dia lebih baik dariku, perkenalkan dia sebagai calon istrimu seperti kamu memperkenalkanku sebagai calon istrimu di kehidupanmu tahun lalu. Bawa dia, katakan bahwa dia yang terbaik, lebih baik dari aku. Nikahi dia di hadapanku.
Namun jika dia tidak lebih baik dariku, segeralah pulang, sayang.. Sebelum aku punya hati yang lebih besar dari dia untuk merelakanmu. 
Selamat malam, sayang..
 
Ps. I love you. As long as you let me love you.
Pps. Aku tidak akan menjanjikan apapun setelah kamu pulang, aku hanya akan membuktikan bahwa pilihanmu benar.
Ppps. Semangat kerjanya ya sayang!


Saturday, January 26, 2013

Titipan untuk Selingkuhanmu

Selamat pagi, sayang..
Boleh aku titip sesuatu ke kamu, selain hatiku?
Tolong sampaikan ini pada perempuan selingkuhanmu:
"Jika kita tidak bahagia dengan apa yang kita punya, kita tidak berhak merebut punya orang lain hanya agar kita bahagia."
Kamu mau sampai kapan kebahagiaan kita dirusak olehnya?
Selamat malam, sayang..

Ps. Apa Tuhan sudah bilang ke kamu kalau aku masih cinta kamu?


Friday, January 25, 2013

Aku Masih Harus Jujur?

Teruntuk kamu.

Selamat pagi, sayang..
Jika aku bilang ini surat cinta, apakah aku masih harus jujur bahwa aku cinta kamu?
Jika aku bilang kamu pria terbaik, apakah aku masih harus jujur bahwa aku bersedia menikah denganmu?
Jika aku bilang aku menunggumu, apakah aku masih harus jujur bahwa di setiap doaku selalu ada namamu?
Ini surat cinta. Kamu pria terbaik. Aku menunggumu.
Selamat malam, sayang..
 
Dari aku, wanita yang tidak pernah (mau untuk) kamu tinggalkan.


Thursday, January 24, 2013

(Hampir) Ikhlas

Selamat pagi, sayang..
Bahagiaku adalah kamu. Hanya kamu.
Tapi seandainya kamu memang tidak bahagia denganku, aku (akan berusaha untuk) rela melihatmu bahagia dengan perempuan lain.
Dan aku akan mulai mencari bahagiaku sendiri setelah itu.
Tentukan pilihanmu secepatnya, aku tidak akan memaksamu pulang lagi.
Aku hanya mendoakanmu untuk pulang. Ini urusanku dengan Tuhan, bukan denganmu.
Selamat malam, sayang..

Ps. I (still) love you.


Wednesday, January 23, 2013

Bahkan Untuk Menulis Judul Pun Aku Lemah

Selamat pagi, sayang..
Kamu dimana? Sudah dalam perjalanan pulangkah kamu? Apakah kamu masih bersamanya?
Hari ini aku duduk cukup lama di sebuah kedai kopi yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya. Aku tidak sendirian. Selain ditemani secangkir kopi, aku juga ditemani sahabat terbaikku. Salah satu dari mereka yang menjadi alasan kenapa aku harus tetap hidup.
Aku menghela nafas panjangku setelah bercerita tentangmu padanya. Tanpa setetespun air mata. Dan kamu pasti sudah tahu apa tanggapannya. Masih sama seperti tanggapan teman-temanmu beberapa bulan yang lalu, "Tinggalkan dia."
Dan selama itu pula aku tidak mengikuti saran mereka.
Apa yang lebih menyedihkan dari menjadi perempuan seperti aku yang berusaha tetap setia ketika pasangannya lebih memilih perempuan lain, memintaku untuk menunggumu selesai bercumbu dengan perempuan itu, sampai akhirnya suatu saat nanti kamu kembali? Suatu saat yang tak pernah kita tahu kapan. Entah itu kapan kamu sadar siapa aku kemudian akhirnya kembali, atau kapan aku yang sadar siapa kamu dan akhirnya aku yang pergi.
Aku sudah menunggu hampir setengah tahun, aku sudah melakukan apapun yang aku mampu untuk merebutmu darinya, menjadikan aku satu-satunya untukmu. Tapi hasilnya nihil. Kamu minta aku untuk diam dan menunggu. Akhirnya aku diam. Tapi Tuhan tetap bekerja.
Dalam diamku, Tuhan menguatkan aku. Cinta membuatku bertahan untuk tidak meninggalkanmu dan pergi dengan laki-laki yang sepertimu dulu, menjanjikanku banyak hal. Cintaku yang melakukannya, bukan cintamu.
Sekarang aku mulai lelah dan lemah. Aku butuh cintamu untuk membuatku bertahan. Aku ingin kamu kembali dan tak pernah pergi lagi. Karena mungkin jika kamu pergi lagi, aku tidak akan pernah menunggumu lagi. Logika ini sudah terlalu kuat untuk menutup pintu pada orang yang salah.
Aku masih menunggu dengan lemahku saat ini. Ketahuilah sayang, jika suatu saat aku pergi meninggalkanmu, itu bukan karena sikapmu yang menduakanku, bukan juga karena aku memilih laki-laki lain yang lebih baik. Melainkan karena rasa cintaku padamu yang sudah mati.
Seburuk apapun perlakuanmu padaku, sebaik apapun laki-laki selain kamu, selama aku masih memiliki cinta yang kuat untukmu, aku tidak akan pernah terpikir sedikitpun untuk meninggalkanmu. Seperti yang aku lakukan selama ini.
Namun untuk alasan lemahnya cintaku, kamu mampu menjawabnya.
Kadang, terlalu lama menunggu membuat kita lupa apa yang kita tunggu. Jadi, segeralah pulang. Jika kamu sudah dalam perjalanan pulang, pulanglah sendirian dan jangan pernah pergi lagi. Aku sudah menunggu di balik pintu maaf dengan diriku yang utuh untukmu. Tanpa dendam.
Selamat malam, sayang..

Ps. I love you. Only you.


Tuesday, January 22, 2013

Untuk RI 1

Selamat pagi, RI 1..
Jam berapapun Anda membaca ini, tetaplah memiliki semangat seperti pagi.
Apa kabar? Saya menanyakan kabar Anda, bukan kabar Indonesia. Dan Anda tidak perlu menanyakan kabar saya, saya akan tetap baik-baik saja sebagai rakyat, disini.
Saya mengerti, walaupun saya belum pernah menjadi Presiden, tapi saya telah mempelajari politik dan pemerintahan selama 3,5 tahun ini. Dan mungkin jika saya menjadi Anda, saya mengundurkan diri seminggu setelah pelantikan.
Bukannya saya pesimis untuk memimpin Indonesia, tapi saya belum mampu untuk menjadi orang sehebat Anda. Perlu digarisbawahi kata 'belum', itu bukan berarti saya tidak mampu. Maka dari itu, saat ini Anda sudah menjadi orang hebat. Sebagai presiden, maupun sebagai manusia biasa. Anda dipilih oleh negara yang demokrasi, Anda menang dengan lebih dari separuh suara masyarakat Indonesia, tapi seiring berjalannya waktu, Anda dicaci, diminta turun, dihina oleh mereka.
Anda tidak tuli ataupun buta. Anda pasti mendengar cacian mereka, dan membaca hinaan mereka. Tapi kesabaran Anda sebesar tanggung jawab Anda untuk negara ini. Sebesar negara ini juga.
Dimanapun Anda sekarang, tetaplah bekerja sebagai Presiden yang baik untuk negara ini, cintailah kami. Negara ini butuh Anda sebagai pembawa proses perubahan ke arah yang lebih baik. Indonesia tidak memburuk. Kita sedang dalam proses tanpa henti. Mereka yang mengatakan Anda buruk hanya mereka yang tidak mampu membandingkan Indonesia yang sekarang dengan yang kemarin. Mereka terlalu sibuk mencari keburukan Anda daripada memahami bakti Anda untuk bangsa ini.
Saya mengerti betul bagaimana rasanya jadi orang terpilih, dielu-elukan sebagai yang terbaik, namun kemudian direndahkan. Saya tidak sesabar Anda.
Terima kasih, Pak Presiden.. Semoga Anda mampu memanfaatkan sisa masa jabatan Anda dengan baik. Maafkan kami sebagai rakyat masih belum mampu berbakti sebesar bakti Anda pada bangsa ini. Saya mencintai Anda seperti saya mencintai bangsa ini.
Dari saya, yang memilih Anda, dan bertanggung jawab atas pilihan saya.


Monday, January 21, 2013

Hari Ini Untukmu

Selamat pagi, sayang..
Sidang skripsiku hari ini berjalan lancar. Aku lulus dengan nilai A, masa studi tujuh semester.
Cukup kecewa karena kamu, alasan aku melangkah sampai tahap ini, tidak ada di sidangku, tidak membawakanku bunga dan senyuman di luar ruang sidang.
Tapi aku sudah berubah menjadi perempuan kuat, aku melangkah dengan berani keluar sidang, dengan senyum bangga dan bahagia, dan dalam hatiku tetap berkata, "Hari ini untukmu. Dimanapun kamu, dan dengan siapapun kamu saat ini."
Jangan membayangkan aku akan menghabiskan waktu setelah sidangku untuk menangisi ketidakhadiranmu, jangan juga membayangkan aku akan menghapus namamu dari halaman persembahan skripsiku. Aku cinta kamu tanpa pamrih sejak dulu. Cintaku sendiri yang menguatkan aku saat ini. Saat kamu pergi.
Kapan kamu pulang, sayang? Apa kamu tidak merasa terancam karena aku berhasil melewati hari ini tanpa kamu?
Selamat malam, sayang..

Ps. I love you.
Pps. Terima kasih sudah mengingatkanku bahwa kamu masih ada untukku hari ini dengan pesan singkatmu di ponselku.


Sunday, January 20, 2013

Lelah atau Lemah?

Aku mulai lelah menulis surat cinta tanpa balasan untukmu.
Atau mungkin cintaku yang mulai lemah.

Ps. I love you.
Pps. Again, I still love you. I'm sure.


Saturday, January 19, 2013

Kita Sudah Sama

Selamat pagi, sayang..
Aku mendengarkan lagu-lagumu sepanjang hari. Lagu-lagu pilihanmu. Dulu.
Risky Summerbee and The Honeythief, Frau, Sore, Float, The Milo, Last Elise, Rumah Sakit, sampai Morfem. Musik-musik yang sama sekali belum pernah aku dengar sebelum mengenalmu. Tapi waktu itu, demi kamu, aku rela menyingkirkan semua musikku yang sangat jauh dari seleramu. Maroon 5, Foster The People, David Guetta, Cobra Starship, Panic At The Disco, yang mungkin kamu terpikir untuk mencoba mendengarkan pun tidak.
Bukan hanya masalah musik, aku meruntuhkan semua keegoisanku demi kamu yang jauh lebih egois. Dari awal, aku sadar, ini saatnya aku harus mengalah agar kamu, sebagai laki-laki terbaik di hidupku, tidak akan meninggalkanku dengan alasan, "Kita berbeda."
Aku selalu menyamakan, aku selalu meleburkan diri ke dalam dirimu, dengan ikhlas. Hingga aku sendiri kehilangan kesadaran, siapa aku sebelum kamu, siapa aku tanpa kamu.
Sekarang aku kehilangan arah pulang, karena kamu selalu menjadi arahku, aku tak pernah menentukan arah sendiri.
Selagi jauh, kamu pikirkan saja, bagaimana caranya melepaskan aku dari kamu, atau melepaskan kamu dari aku. Aku tak mengerti mana yang kamu, dan mana yang aku, jadi kamu saja yang berpikir.
Pulanglah, sebelum kamu menemukan caranya, atau sebelum aku menemukan aku yang benar-benar aku, bukan kamu di dalam diriku.
Aku tidak memintamu untuk menyamakan. Kita sudah sama. Aku hanya minta kamu pulang.
Selamat malam, sayang..

Ps. I love you.
Pps. Besok sempatkan waktumu ke gereja, pekerjaanmu bisa kamu lanjutkan sepulang dari gereja.


Friday, January 18, 2013

Rumah yang (Hampir) Lelah

Kepada seseorang yang sedang pergi.

Selamat pagi, sayang..
Ini surat kaleng. Walaupun mungkin kamu tahu aku siapa, orang yang tak pernah absen mengganggu kehidupanmu, kamu bilang.
Aku hanya ingin kamu tahu, seburuk apapun hidupmu kemarin, saat ini, atau nanti, ada seseorang yang selalu menunggumu pulang, meski orang itu sudah kamu buang dan kamu maki. Tapi aku menunggu waktu dimana kamu akan sadar, seberharga apa hal yang kamu buang itu.
Tapi maaf jika semua perjuanganku ini ternyata mengganggumu. Sejujurnya, aku hanya ingin tahu kabarmu. Ingin tahu apakah kamu masih sehat dan mampu untuk pulang.. Karena seandainya kamu terlalu lemah untuk pulang atau telah menemukan rumah barumu, aku akan berhenti menunggu dan mengosongkan hatiku, tanpa sedikitpun kenangan tentangmu. Aku akan hilang, seperti yang pernah aku janjikan. Aku akan menjadi rumah kosong di suatu tempat yang jauh. Tempat dimana tidak seorang pun akan pulang.
Pulanglah.. Aku mohon. Aku mulai lelah menunggu.
Selamat malam, sayang..

Dari aku, rumahmu.

Ps. I love you.
Pps. Balas pesanku secepatnya, sebelum Tuhan membalas kesalahanmu.


Thursday, January 17, 2013

Skoliosis 51 Derajat

Selamat pagi, sayang..
Aku lelah hari ini. Aku terlalu sibuk dan aku sudah menebak kamu pasti marah karena aku gagal menjaga kesehatanku sendiri. Sakit di tulang punggungku kambuh.
Aku menulis ini diatas tempat tidurku, dibawa pengaruh obat penghilang rasa sakit dosis normal, sepulang aku beraktivitas seharian ini diluar sana, dengan ransel berisi lima buah buku, satu netbook, dan sebotol air mineral. Mungkin untuk orang lain, itu tidaklah berat, untukku juga, mungkin. Tapi tulang belakangku terus merengek. Aku benci skoliosis 51 derajatku. Aku benci jadi perempuan lemah. Padahal dulu aku masih kuat mengangkat galon, atau tabung gas. Sekarang, hanya keinginanku yang kuat. Kemampuan, tidak.
Dimana kamu? Biasanya kamu yang selalu mengingatkanku untuk tidak membebankan semuanya di punggungku, kamu selalu berusaha membawa semua bebanku.
Sangat melelahkan hidup tanpa kamu. Harus membawa beban ini sendirian, tanpa ada yang mengingatkan kapan aku harus beristirahat dan kapan aku boleh meminum obatku. Parahnya, sekarang kamu juga ada di punggungku. Menjadi bebanku.
Ingin rasanya aku segera lulus kemudian melakukan operasi tulang belakang, demi kamu. Demi menjadi perempuan yang mandiri, kuat, dan sempurna untukmu. Agar ketika kamu sudah kembali padaku, kamu tidak akan pergi lagi.
Jika suatu saat nanti kamu pulang, aku berjanji tidak akan memberitahu apa isi tasku, agar kamu tak pernah khawatir aku akan kesakitan pada akhirnya. Aku berjanji akan meminum obatku sebelum aku mengeluh di hadapanmu. Aku berjanji akan melakukan semuanya sendirian.
Hanya takutku, ketika aku menjadi perempuan yang mandiri, kuat, dan sempurna seperti yang kamu mau, aku tidak akan membutuhkanmu lagi.
Cepatlah pulang, sebelum aku menjadi semakin kuat untuk hidup sendiri, membawa semua bebanku. Atau menjadi semakin lemah, dan akhirnya pergi sebelum kamu kembali.
Selamat malam, sayang..

Ps. I love you.
Pps. Aku butuh punggungmu. Bukan untuk membawa bebanku, hanya untuk aku peluk dari belakang seperti yang biasa aku lakukan di balik pintu sebelum kita keluar kamar.


Wednesday, January 16, 2013

Kotak Ingatan

Selamat pagi, sayang..
Maaf kemarin tidak ada surat cinta untukmu, karena aku harus menulis surat cinta untuk Bara. Jangan cemburu, aku hanya jatuh cinta pada kata-kata yang ditulisnya. Kata temanku, dia mesin sajak. Tapi tidak menutup kemungkinan aku akan jatuh cinta pada sosoknya jika kamu tak kembali dalam waktu dekat ini. Jangan marah, mungkin tempat tinggalnya tidak lebih dari tiga kilometer dari tempat tinggalmu di Yogyakarta. Aku akan sering melewati rumahmu. Ah. Sudahlah. Anggap saja ini ancaman.

Yang pasti, hari ini aku masih jatuh cinta padamu. Dan hari ini juga aku habiskan untuk membaca kembali isi blog-ku.
Kemarin, ada testimoni dari seseorang yang kagum dengan tulisanku di #15harimenulisdiblog. Dia bilang, kamu beruntung karena aku mencintai kamu begitu dalam, seperti yang aku tulis disana. Lebih lagi, cintaku tidak bertepuk sebelah tangan karena di #hujan, kamu menuliskan cinta yang jauh lebih dalam. Dulu.
Sekarang? Entahlah. Entah bagaimana juga aku menggambarkan rasa cintaku saat ini padamu. Aku kehabisan kata dan waktu. Jadi lebih baik kamu buka lagi #15harimenulisdiblog ini agar kamu ingat siapa kita dulu. Itu adalah kotak ingatan kita ketika kita mulai ragu. Cepat buka!

Dan cepatlah pulang, sebelum aku kehabisan cinta dalam hati. Air mata di pelupuk mataku sudah hampir jatuh, jangan sampai dia jatuh saat tanganmu belum disini untuk menghapusnya.
Selamat malam, sayang..

Ps. I love you.
Pps. Masih rajin minum vitamin, kan? Kata Bara, di Yogyakarta sering hujan.


Tuesday, January 15, 2013

Kamu Bara, Kan?

Selamat siang, Bernard Batubara..

Tadi pagi, aku membaca kalimatmu di gambar yang pernah dikirim oleh seorang temanku:
"Tak ada yang lebih menyakitkan dari ketika kita yakin, dia ragu.
Ketika kita berjuang, dia menyerah." - @benzbara
Tapi sepertinya akun @benzbara sudah berpindah tangan. Akhirnya aku berusaha mencari tahu melalui link yang ada di bawah bio-nya. Dan akhirnya kamu, @benzbara_!
Setelah 4 jam aku habiskan dengan mencari tahu siapa kamu, aku merasa bodoh karena baru mengenalmu hari ini. Kamu berbakat dengan semua tulisanmu. Dan mempesona di dalam foto hitam putih yang menggambarkan kamu punya alis tebal serta mata yang dalam.

Kamu Bara yang aku maksud, kan?
Boleh aku sisipkan cinta di surat ini?
Iya, aku jatuh cinta dengan setiap hal yang baru aku ketahui tentangmu.
Tidak ada kata terlambat untuk jatuh cinta. Aku telah mulai, dan aku akan melanjutkannya.
Besok aku akan membaca novel-novelmu, menuliskan review-nya di blog-ku, dan sepertinya aku akan jatuh semakin dalam setelah itu. Jangan berusaha menolongku.

Mungkin masih terlalu jauh untuk berharap bisa menemanimu duduk berdua di pinggir pantai melihat laut lepas di saat purnama, tapi bolehkah suatu saat kita bertemu di Yogyakarta? Agar suatu saat jika nanti kekasihku tak kembali, aku bisa mengingatmu dalam lagu Yogyakarta yang dibawakan oleh Kla, menggantikan ingatanku tentangnya.



Monday, January 14, 2013

Pertama

Selamat pagi, sayang..
Ini mungkin hanya akan menjadi surat cinta tanpa balasan. Tapi kamu harus membacanya.
Aku kehilangan kamu, setelah berbulan-bulan kamu pergi membawa hatiku bersamamu.
Yang aku lakukan disini hanyalah mencoba memilikimu dalam ingatanku.
Mengingat bagaimana pertama kali kita bertemu, mengingat bagaimana tatapanmu saat membukakan pintu mobil untukku, mengingat bagaimana kamu memelukku sebelum kamu tidur.
Waktu itu, kamu jatuh cinta. Dan berjanji tidak akan pernah berusaha untuk bangkit.
Tapi bagaimana kamu hari ini?
Di ingatanku, kamu masih sama seperti yang dulu.
Pria beralis tebal dengan dahi lebar yang tampan, memegang kamera berwarna biru dengan memakai jaket tebal, sesekali menoleh ke arahku, memastikan aku baik-baik saja menunggumu bekerja.
Kamu masih seorang tempramental yang selalu berusaha menjagaku dari semua yang menyakitiku, bahkan dari dirimu sendiri.
Dan bagaimana aku hari ini? Di ingatanmu.
Apakah aku masih menjadi perempuan terbaik yang selalu menerimamu dalam keadaan apapun?
Atau.. Kamu sudah lupa aku siapa?
Tenang, jika suatu saat nanti kamu pulang, aku akan mengingatkanmu tentang siapa aku, dan siapa kamu saat jatuh cinta kepadaku.
Selamat malam, sayang..

Ps. I love you.
Pps. Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur, kamu selalu lupa.


Sunday, January 13, 2013

Tidak ada yang lebih men(y)enangkan selain pelukanmu, dan pelukan-Nya.


Thursday, January 10, 2013

Untuk Indonesia

Hari ini semua orang membicakan vonis Angelina Sondakh yang dinilai jauh lebih ringan dari yang mereka bayangkan. Topik lain adalah rencana pengangkatan Roy Suryo menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga, menggantikan Andi Mallarangeng yang mundur karena diduga terkait kasus korupsi.
Ada ratusan cacian di timeline saya tentang politik dan hukum. Mereka mengumpat presiden yang mereka pilih, mereka menertawakan aktivitas istana negara, dan yang paling menyedihkan, mereka berniat pindah kewarganegaraan karena pemerintahan Indonesia seburuk ini. Mereka kehilangan rasa cinta tanah air hanya karena hal yang tidak mereka mengerti.
Bukan cuma politik dan hukum yang perlu dibenahi di negara ini. Kesehatan, perekonomian, pendidikan, keamanan, sampai hal yang terlihat kecil dan bersifat lokal seperti transportasi pun selalu menjadi masalah disini.
Kita menginginkan perubahan. Kita butuh perubahan. Perubahan adalah proses tanpa henti dalam kehidupan. Hanya saja, tergantung kita membawa perubahan ini ke arah yang baik, atau yang buruk. Tergantung kita.
Pelajari, pahami, dan terapkan dengan baik. Di bidang apapun kalian saat ini. Karena masa depan bangsa ini, kita yang menentukan. Maka ada baiknya kita introspeksi. Apa kita sendiri sudah selalu taat dengan pertaturan lalu lintas? Apa kita sendiri selalu jujur masalah uang?
Perubahan untuk negeri ini, dimulai dari diri kita sendiri, dari hal yang paling kecil dan seringkali kita anggap sepele. Padahal kekuatan negara demokrasi, kekuatan Indonesia, (seharusnya) ada pada rakyatnya. Pada kita.
Ingin jadi rakyat yang seperti apa kalian untuk memperbaiki negara ini? Apa kalian sudah cukup kuat?
Jawab saja dalam hati kalian sendiri.
Saya, sedang berusaha.