LINKS OF ME

Thursday, January 17, 2013

Skoliosis 51 Derajat

Selamat pagi, sayang..
Aku lelah hari ini. Aku terlalu sibuk dan aku sudah menebak kamu pasti marah karena aku gagal menjaga kesehatanku sendiri. Sakit di tulang punggungku kambuh.
Aku menulis ini diatas tempat tidurku, dibawa pengaruh obat penghilang rasa sakit dosis normal, sepulang aku beraktivitas seharian ini diluar sana, dengan ransel berisi lima buah buku, satu netbook, dan sebotol air mineral. Mungkin untuk orang lain, itu tidaklah berat, untukku juga, mungkin. Tapi tulang belakangku terus merengek. Aku benci skoliosis 51 derajatku. Aku benci jadi perempuan lemah. Padahal dulu aku masih kuat mengangkat galon, atau tabung gas. Sekarang, hanya keinginanku yang kuat. Kemampuan, tidak.
Dimana kamu? Biasanya kamu yang selalu mengingatkanku untuk tidak membebankan semuanya di punggungku, kamu selalu berusaha membawa semua bebanku.
Sangat melelahkan hidup tanpa kamu. Harus membawa beban ini sendirian, tanpa ada yang mengingatkan kapan aku harus beristirahat dan kapan aku boleh meminum obatku. Parahnya, sekarang kamu juga ada di punggungku. Menjadi bebanku.
Ingin rasanya aku segera lulus kemudian melakukan operasi tulang belakang, demi kamu. Demi menjadi perempuan yang mandiri, kuat, dan sempurna untukmu. Agar ketika kamu sudah kembali padaku, kamu tidak akan pergi lagi.
Jika suatu saat nanti kamu pulang, aku berjanji tidak akan memberitahu apa isi tasku, agar kamu tak pernah khawatir aku akan kesakitan pada akhirnya. Aku berjanji akan meminum obatku sebelum aku mengeluh di hadapanmu. Aku berjanji akan melakukan semuanya sendirian.
Hanya takutku, ketika aku menjadi perempuan yang mandiri, kuat, dan sempurna seperti yang kamu mau, aku tidak akan membutuhkanmu lagi.
Cepatlah pulang, sebelum aku menjadi semakin kuat untuk hidup sendiri, membawa semua bebanku. Atau menjadi semakin lemah, dan akhirnya pergi sebelum kamu kembali.
Selamat malam, sayang..

Ps. I love you.
Pps. Aku butuh punggungmu. Bukan untuk membawa bebanku, hanya untuk aku peluk dari belakang seperti yang biasa aku lakukan di balik pintu sebelum kita keluar kamar.