LINKS OF ME

Saturday, February 16, 2013

Apa yang lebih indah dari saat-saat kita duduk bersebelahan, memandangi langit-langit, sambil mengutarakan impian-impian kita berdua, dan membayangkan indahnya menghabiskan sisa hidup bersama?
Adalah saat kita berusaha mewujudkannya.


Tuesday, February 12, 2013

Ketigapuluh, Bukan yang Terakhir

Selamat pagi, sayang..
Seharusnya hari ini aku menulis surat untuk orang yang sangat ingin aku temui.
Bukan. Bukan kamu. Meskipun aku merindukanmu.

Aku ingin bertemu Tuhan.
Ada beban di pundakku yang tak seorangpun mampu meringankannya. Ada air mata di pipiku yang tak seorangpun mampu menghapusnya. Dan ada luka di hatiku yang tak seorangpun mampu menyembuhkannya. Kecuali kamu.
Tapi aku tahu, kamu sudah cukup lelah dengan beban, air mata, dan lukamu. Maka dari itu aku menyimpan semuanya rapat-rapat. Termasuk ketika ketika aku harus meringankan bebanmu, menghapus air matamu, dan menyembuhkan luka hatimu.

Aku ingin bertemu Tuhan.
Karena uang bukanlah kebahagiaanku. Mungkin aku satu-satunya orang di dunia ini yang membenci uang.
Kita akan mendapatkan kebaikan dari orang lain ketika kita juga melakukan hal baik. Lalu untuk apa uang itu ada? Seandainya saja obatku bisa dibayar dengan kebaikan.
Di kitab-Nya, pernahkah Dia menjanjikan uang?
Hanya Tuhan yang tidak memandang status ekonomi kita untuk menentukan seberapa dekat hubungan-Nya dengan kita.

Aku ingin bertemu Tuhan.
Akan ada saatnya tidak ada satupun orang yang dapat menemuiku seperti saat ini kecuali Tuhan.
Semoga ini bukan suratku yang terakhir.
Selamat malam, sayang..

Ps. Ketika aku berhenti berkata 'aku sayang kamu' kepadamu, itu berarti aku sedang berkata 'aku sayang dia' kepada Tuhan.


Monday, February 11, 2013

Takut

Selamat pagi, sayang..
Aku mengawali hari ini dengan senyum lebar walaupun aku belum tidur semalaman, sampai detik ini.
Aku mengangkat daguku dengan angkuh, melangkah seperti penguasa dunia yang tak pernah takut apapun.
Sampai akhirnya, seseorang bertanya padaku, "Apa ketakutan terbesarmu?"
Aku tertunduk mencari jawabannya.
Ketakutan terbesarku, atau bahkan satu-satunya ketakutanku adalah aku takut kehilangan kamu.
Aku merasa takut karena aku sudah pernah mengalaminya. Dan rasanya sakit.
Jauh lebih sakit dari cairan yang pernah mereka suntikkan ke infusku, yang menjalar panas perlahan ke sekujur tubuh, yang tidak berhasil membuatku takut.
Satu hal yang aku sadari setelah aku menemukan ketakutan terbesarku, kamu tidak pernah kehilangan aku. Karena aku tak pernah pergi darimu. Sedetik pun.
Meskipun kehilangan aku bukanlah ketakutan terbesarmu, pernahkah kamu merasa takut akan hal itu? Sedikit saja?
Selamat malam, sayang..

Ps. Aku akan mulai mempertahankanmu dengan ketakutanku. Aku akan lakukan apapun hanya agar ketakutanku tak terwujud. Karena ternyata cinta saja tidak cukup untuk mempertahankanmu.


Saturday, February 9, 2013

Besok

Selamat pagi, sayang..
Entah apa yang kita bicarakan dua hari ini.
Entah aku harus senang atau sedih, yang pasti aku masih merasa sakit.

Besok kamu harus mengambil keputusan, memilih aku atau dia.
Besok mungkin hari terakhir aku menunggumu. Atau mungkin hari pertama aku mulai mencari, mengejar, mendengar, menerima, dan menyelami hati yang lain. Hatiku sendiri.
Tidak, sayang.. Aku tidak berhenti mencintaimu. Aku hanya akan berusaha melakukan salah satu dari dua hal terakhir yang belum aku lakukan untukmu selama tiga tahun ini.. Ikhlas.
Dan seandainya waktu sudah kujalani namun aku masih belum mampu untuk mengikhlaskanmu pergi dengannya, aku masih ada satu lagi hal terakhir yang belum aku lakukan untukmu.. Mati.
Aku akan menghabiskan sisa hidupku dengan mengenangmu, tanpa mampu mengikhlaskanmu sampai akhirnya akulah yang akan menjadi kenangan.

Maaf aku harus membuatmu memilih, maaf aku harus menghentikan keegoisanmu.
Bukan aku pesimis dalam surat ini, aku hanya menuliskan kemungkinan terburuk yang akan terjadi besok.
Dalam doaku, aku tak mungkin berbohong pada Tuhan tentang harapanku. Aku tak mungkin berpura-pura menjadi perempuan kuat tanpa air mata di hadapan-Nya.
Selamat malam, sayang..

Ps. Jika aku berkata bahwa sayangku untukmu lebih besar dari sayangnya untukmu, kamu masih percaya? Ah, terserah kamu, aku yakin kamu bisa menilai dan membandingkan.



Friday, February 8, 2013

?

Kamu sudah kenal aku.
Kamu sudah kenal dia.
Jadi, kamu pilih aku atau dia?
Jawablah dua hari lagi.
Di tanggal 10 yang ke-28 kita.


Thursday, February 7, 2013

Aku Tidak Menunggumu, Aku Hanya Berhenti

Selamat pagi, sayang..
Aku pikir aku telah menunggumu selama ratusan hari.
Tapi ternyata yang aku lakukan bukanlah menunggu.
Aku hanya berhenti mencari karena aku sudah menemukan.
Aku hanya berhenti mengejar karena aku sudah mendapatkan.
Aku hanya berhenti mendengar karena aku sudah memahami.
Aku hanya berhenti menerima karena aku sudah memiliki.
Aku hanya berhenti menyelam karena aku sudah jatuh (cinta) terlalu dalam. Padamu.
Tapi aku tak akan berhenti mencintai karena aku sudah dicintai. Olehmu.
Kapan kamu mau berhenti sepertiku?
Selamat malam, sayang..

Ps. Terima kasih untuk tidak pernah berhenti mempertahankanku. Meskipun kamu masih tetap mencari, mengejar, mendengar, menerima, dan menyelami hati yang lain.


Wednesday, February 6, 2013

Aku, Aku, dan Aku

Selamat pagi, sayang..
Aku sedang bertengkar dengan diriku sendiri. Aku ingin bertahan, ingin terus menunggumu pulang, ingin tetap setia, ingin menjalani kehidupan seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya meskipun tanpa kamu. Tetapi aku yang lain ingin pergi, ingin mengejar cita-cita setinggi mungkin agar kamu sadar bahwa aku berharga dan membanggakan hingga akhirnya kamu menyesal telah pergi dari orang sehebat aku, dan kemudian kamu ingin kembali. Aku yang diujung sana sedang duduk sendiri, meratapi bahwa aku tidak akan mungkin menjadi seperti yang kamu inginkan, tidak akan mungkin menjadi sempurna, dan impian kita untuk menghabiskan sisa hidup bersama hanyalah akan menjadi impianku saja.
Cepatlah pulang dan lerai aku, sebelum aku, aku, dan aku ini hancur dalam kekalahan, lalu mati tanpa hasil. Atau mampukah kamu membayangkan aku yang mana yang akan menang?
Selamat malam, sayang..

Ps. Tidak ada satu bagian pun dari aku yang sudah berhenti mencintaimu saat ini. Aku masih, aku juga, dan aku pun demikian. Ketiganya sedang berebut menyisipkan cinta di surat ini untukmu. Bagaimana denganmu?


Tuesday, February 5, 2013

Untuk Patrick, Bukan Kamu!

Patrick, maukah kamu mengajarkanku untuk sabar dan setia?
Aku memang baru mengenalmu. Dan setahuku, kamu adalah sahabat paling setia untuk Spongebob, dan kamu tidak punya sahabat lain selain dia. Padahal Spongebob punya banyak sahabat, sering meninggalkanmu di rumah sendirian, menunggunya pulang.
Aku ingin sesabar dan sesetia itu.
Kata orang, kamu sabar karena kamu bodoh. Kamu tidak tahu apa-apa, dan itu juga yang menjadi alasan kamu selalu bahagia.
Menurutku tidak, aku tahu kamu tidak sebodoh itu. Sampai detik ini, aku percaya bahwa kamu bukan tidak tahu apa-apa, melainkan kamu tidak pernah peduli dengan apa yang kamu tahu. Itu salah satu kunci bahagia.
Sekarang, aku sedang belajar untuk menjadi sepertimu. Bersabar menunggu seseorang pulang dan akan tetap selalu setia. Meskipun di luar sana orang itu sedang bersenang-senang dengan orang lain. Sama seperti apa yang dilakukan Spongebob.
Mungkin suatu saat kita bisa menghabiskan waktu bersama untuk menunggu mereka pulang.

Spongebob: "What do you usually do when I'm gone?"
Patrick: "Wait for you to come back."


Monday, February 4, 2013

Kamulah Alasannya

Selamat pagi, sayang..
Ada kupu-kupu terbang dalam perutku, dan ujung-ujung bibirku terus tertarik.
Ada perasaan yang singgah memenuhi hati yang kamu tinggal pergi sebentar.
Ada air mata bahagia yang tak sempat jatuh dari pelupuk mata coklatku.
Aku jatuh cinta seperti perempuan tanpa luka.
Kamulah alasannya. Pesan singkatmu yang berisi janjimu untuk pulang.
Meskipun entah kapan, hal itu sanggup membuat kesabaranku tidak terkikis hari ini.
Selamat malam, sayang..

Ps. Jika aku tidak disini untuk menunggumu, percayalah, berarti aku sedang dalam perjalanan untuk menjemputmu, membawa segenggam cinta yang sama seperti beberapa tahun yang lalu kamu berikan untukku.


Sunday, February 3, 2013

Dia yang Mengetikkan Ini Untukmu

Selamat pagi, sayang..
Perlukah aku menanyakan kabarmu di surat ini ketika aku tidak mampu melakukan apapun selain berdoa jika ternyata keadaanmu sedang tidak baik?

Hari ini, seorang lelaki bertanya padaku, "Mengapa kamu masih mempertahankannya? Padahal yang kamu rasakan saat ini hanyalah sakit. Dia tidak mempertahankanmu."
Aku menjawabnya, "Karena melepaskannya akan lebih sakit rasanya."
Kemudian alisnya berkerut, dan kembali bertanya, "Bagaimana kamu tahu? Kamu belum pernah melepaskannya."
Aku tersenyum. Aku bersusah payah menahan tangisku dan menjawab, "Kita semua tahu bagaimana rasanya menjalani sesuatu yang tidak kita inginkan. Kita tahu itu akan sangat menyakitkan."

Perlu kamu ketahui, bukan aku yang mengetik surat ini. Melainkan dia.
Jemari ini sudah terlalu lemah, bahkan untuk menghitung hari kapan kamu akan pulang.
Selamat malam, sayang..

Ps. Perlukah juga aku berkata bahwa aku masih cinta kamu di surat ini ketika aku tidak mampu melakukan apapun untuk membuktikannya selain dengan kesetiaanku yang tidak kamu hargai saat ini?


Saturday, February 2, 2013

Aku Siap

Selamat pagi, sayang..
Aku minta maaf karena aku belum siap, dan tidak akan pernah siap untuk berkata selamat tinggal.
Tapi aku sudah cukup siap untuk mendengarnya dari mulutmu. Dari mulut yang pernah berjanji akan menikahiku Desember nanti.
Aku siap. Meskipun aku masih menunggumu pulang sendiri sampai detik ini.
Selamat malam, sayang..

Ps. Cinta ini butuh kamu untuk dibalas.
Pps. Sepertinya ada yang sedang menungguku untuk pulang juga, sayang.. Namanya Tuhan.


Friday, February 1, 2013