LINKS OF ME

Tuesday, February 12, 2013

Ketigapuluh, Bukan yang Terakhir

Selamat pagi, sayang..
Seharusnya hari ini aku menulis surat untuk orang yang sangat ingin aku temui.
Bukan. Bukan kamu. Meskipun aku merindukanmu.

Aku ingin bertemu Tuhan.
Ada beban di pundakku yang tak seorangpun mampu meringankannya. Ada air mata di pipiku yang tak seorangpun mampu menghapusnya. Dan ada luka di hatiku yang tak seorangpun mampu menyembuhkannya. Kecuali kamu.
Tapi aku tahu, kamu sudah cukup lelah dengan beban, air mata, dan lukamu. Maka dari itu aku menyimpan semuanya rapat-rapat. Termasuk ketika ketika aku harus meringankan bebanmu, menghapus air matamu, dan menyembuhkan luka hatimu.

Aku ingin bertemu Tuhan.
Karena uang bukanlah kebahagiaanku. Mungkin aku satu-satunya orang di dunia ini yang membenci uang.
Kita akan mendapatkan kebaikan dari orang lain ketika kita juga melakukan hal baik. Lalu untuk apa uang itu ada? Seandainya saja obatku bisa dibayar dengan kebaikan.
Di kitab-Nya, pernahkah Dia menjanjikan uang?
Hanya Tuhan yang tidak memandang status ekonomi kita untuk menentukan seberapa dekat hubungan-Nya dengan kita.

Aku ingin bertemu Tuhan.
Akan ada saatnya tidak ada satupun orang yang dapat menemuiku seperti saat ini kecuali Tuhan.
Semoga ini bukan suratku yang terakhir.
Selamat malam, sayang..

Ps. Ketika aku berhenti berkata 'aku sayang kamu' kepadamu, itu berarti aku sedang berkata 'aku sayang dia' kepada Tuhan.